DAMPAK NEGATIF FACEBOOK DAN
TWITTER
TERHADAP SISWA
Di era globalisasi dan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, penyebaran
informasi serta akses telekomunikasi dan transportasi semakin lebih cepat
dan mudah. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut baik secara langsung maupun
tidak langsung mempunyai dampak bagi masyarakat, baik itu berdampak positif
ataupun negatif. Dampaknya pun tidak terbatas terhadap kalangan tertentu saja,
namun telah meluas ke semua kalangan baik kalangan terpelajar maupun
bukan kalangan terpelajar.
Internet merupakan salah satu hasil
dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi buatan manusia. Internet adalah
singkatan dari Interconnected Networking yang apabila diartikan dalam bahasa
Indonesia berarti rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian
jaringan. Fungsi internet bermacam-macam, dan salah satunya adalah
sebagai tempat komunitas jejaring sosial dunia maya. Jejaring sosial
merupakan suatu layanan dari sebuah cakupan sistem software internet
yang memungkinkan penggunanya dapat berinteraksi dan berbagi data dengan
pengguna yang lain dalam skala yang besar.
Situs jejaring sosial di internet bermacam-macam jenis dan bentuknya,
namun yang paling dikenal dan banyak digandrungi remaja jaman sekarang adalah facebook,
friendster, My Space dan twitter. Lalu, apakah situs jejaring sosial ini
mendatangkan manfaat atau mendatangkan masalah baru dalam kehidupan?
Akhir-akhir ini banyak dijumpai pemberitaan di media cetak dan elektronik
yang memberitakan tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial. Beberapa
berita yang paling hangat adalah kasus seorang anak remaja laki-laki yang
membawa kabur seorang anak remaja perempuan yang dikenal lewat situs jejaring
sosial (facebook), dan penggunaan situs jejaring sosial (facebook) sebagai
ajang prostitusi di kalangan remaja. Keadaan ini sungguh sangat ironis dengan
tujuan utama situs jejaring sosial itu dibuat, yakni untuk memperluas hubungan
sosial.
Tidak hanya kehidupan umum saja yang terkena dampak dari situs jejaring sosial,
namun pengaruhnya mulai dirasakan dalam dunia pendidikan. Dampak terburuk dalam
dunia pendidikan yang mungkin dihasilkan dari situs jejaring sosial adalah
mulai menurunnya motivasi dan prestasi belajar siswa. Motivasi adalah salah
satu hal penting yang harus dimiliki oleh siswa demi mencapai prestasi belajar
yang diingingkan. Jika motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran telah
menurun, bagaimana prestasi belajar yang baik dapat dicapai?
Hal inilah yang melatarbelakangi kami sebagai penulis untuk memberikan sebuah
gagasan mengenai “Dampak Negatif Situs Jejaring Sosial Terhadap Motivasi Dan
Prestasi Belajar Siswa”. Adapun tujuan kami melakukan penelitian ini adalah
untuk mengetahui apa dan seberapa besar pengaruh situs jejaring sosial
terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang kami
gunakan adalah metode observasi dan telaah pustaka.
Tujuan
Melalui penulisan karya tulis ini tujuan yang ingin dicapai oleh penulis
yaitu agar pembaca tahu mengenai dampak-dampak negatif dari situs jejaring
sosial dalam bidang pendidikan, serta bagaimana cara untuk
menanggulanginya.
Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan karya tulis ini adalah agar pembaca tahu bahaya
situs jejaring sosial, dapat mencegah serta menanggulangi dampak negatif
dari situs jejaring sosial tersebut.
GAGASAN
Kondisi yang Relevan dengan Gagasan
Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk
dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan
satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman,
keturunan, dan lain sebagainya. Jejaring sosial sebagai struktur sosial yang
terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan
jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka
yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh
profesor J.A. Barnes di tahun 1954.
Akhir-akhir ini banyak dijumpai pemberitaan di media cetak dan elektronik yang
memberitakan tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial. Beberapa berita yang
paling hangat adalah kasus seorang anak remaja laki-laki yang membawa kabur
seorang anak remaja perempuan yang dikenal lewat situs jejaring sosial
(facebook). Selain itu penyalahgunaan situs jejaring sosial (facebook) juga
digunakan sebagai ajang prostitusi di kalangan remaja. Selain kedua hal
tersebut, masih banyak lagi masalah-masalah yang ditimbulkan dari situs
pertemanan sosial. Keadaan ini sungguh sangat ironis dengan tujuan utama situs
jejaring sosial itu dibuat, yakni untuk memperluas hubungan sosial, untuk
kebutuhan konsumen atau pemakai, menekankan pada sisi sosial atau eksternal,
serta lebih diutamakan sisi emosionalnya (dalam Pengaruh Jejaring Sosial Dalam
Masyarakat, SatriaKusumaIndustriesBlog.com).
Dampak situs jejaring sosial mungkin lebih banyak dirasakan oleh kalangan
remaja, karena sebagian besar pengguna jejaring sosial adalah dari kalangan
remaja pada usia sekolah. Karena sangat mudah menjadi anggota dari situs
jejaring sosial, maka tidak heran jika banyak orang baik sengaja ataupun hanya
coba-coba mendaftarkan dirinya menjadi pengguna situs jejaring sosial tersebut.
Tidak butuh waktu lama akan menjadi kebiasaan untuk mengakses dan membuka
situs-situs jejaring sosial tersebut, dan berinteraksi secara pasif di dalamnya.
Akibatnya pengguna dalam hal ini peserta didik (siswa) bisa lupa waktu karena
terlalu asyik dengan kegiatannya di dunia maya tersebut.
Yang paling menghawatirkan adalah bahwa pada era teknologi dan globalisasi
seperti sekarang ini, telepon seluler yang dulunya hanya berfungsi sebagai alat
penerima dan pemanggil jarak jauh, kini dapat digunakan untuk mengakses
internet dan situs jejaring sosial. Jadi siswa tidak perlu lagi ke warnet untuk
mengakses situs pertemanan, melainkan dapat mengaksesnya langsung di telepon
seluler mereka. Hal ini semakin menambah banyak kasus penyalahgunaan situs
jejaring sosial untuk hal yang tidak sesuai dengan aturan.
Tidak hanya siswa, para mahasiswapun tidak luput dari dampak situs jejaring
sosial ini. Sebuah penelitian terbaru dari Aryn Karpinski, peneliti dari Ohio
State University, menunjukkan bahwa para mahasiswa pengguna aktif jejaring
sosial seperti facebook ternyata mempunyai nilai yang lebih rendah daripada
para mahasiswa yang tidak menggunakan situs jejaring sosial facebook. Dari 219
mahasiswa yang diriset oleh Karpinski, 148 mahasiswa pengguna situs facebook
ternyata memiliki nilai yang lebih rendah daripada mahasiswa non pengguna.
Menurut Karpinski, memang tidak ada korelasi secara langsung antara jejaring
sosial seperti facebook yang menyebabkan nilai para mahasiswa atau pelajar
menjadi jeblok. Namun diduga jejaring sosial telah menyebabkan waktu belajar
para siswa atau mahasiswa tersita oleh keasyikan berselancar di situs jejaring
sosial tersebut. Para pengguna jejaring sosial mengakui waktu belajar mereka
memang telah tersita. Rata-rata para siswa pengguna jejaring sosial kehilangan
waktu antara 1 – 5 jam sampai 11 – 15 jam waktu belajarnya per minggu untuk
bermain jejaring sosial di internet. (dalam www.pengaruh facebook.com).
Berdasarkan hasil riset Yahoo di Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor
Nelson Sofres pada tahun 2009, pengguna terbesar internet adalah usia 15-19
tahun, sebesar 64 persen. Riset itu dilakukan melalui survei terhadap 2.000
responden. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet
melalui warung internet (warnet), sementara sebanyak 19 persen mengakses via
telepon seluler. Sebagai gambaran, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet
Indonesia pada 2009 menyebutkan, pengguna internet di Indonesia diperkirakan
mencapai 25 juta. Pertumbuhannya setiap tahun rata-rata 25 persen. Riset
Nielsen juga mengungkapkan, pengguna Facebook pada 2009 di Indonesia meningkat
700 persen dibanding pada tahun 2008. Sementara pada periode tahun yang sama,
pengguna Twitter tahun 2009 meningkat 3.700 persen. Sebagian besar pengguna
berusia 15-39 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa memang benar adanya pengguna
situs jejaring sosial adalah dari kalangan remaja usia sekolah.
Motivasi dan prestasi belajar siswa dapat menurun karena situs jejaring sosial.
Buktinya pada penelitian yang dilakukan oleh Aryn Karpinski yang sudah ditulis
di bagian atas. Prestasi belajar dalam hal ini nilai siwa menurun akibat
terlalu sering membuka situs jejaring sosial di internet. Hal ini mungkin
karena motivasi belajar siswa tersebut juga menjadi berkurang karena lebih
mementingkan jejaring sosialnya daripada prestasi belajarnya sendiri. Motivasi
sangat memegang pengaruh yang penting terhadap siswa, karena dengan motivasi
siswa tersebut dapat menyadari betapa pentingnya belajar untuk kehidupan yang
akan datang. Motivasi juga berpengaruh terhadap pencapaian cita-cita siswa yang
mungkin telah tertanam sejak siswa itu memiliki cita-cita. Untuk itulah
motivasi belajar siswa perlu dipertahankan dan jangan sampai motivasi tersebut
menurun akibat dari penggunaan sius jejaring sosial yang semakin
menghawatirkan.
Solusi Penyelesaian Masalah
Banyak masalah yang ditimbulkan jejaring sosial di kehidupan nyata, terlebih
dampak nyatanya pada dunia pendidikan. Motivasi siswa kini menurun, prestasi
belajarnyapun menurun, dan minat siswa untuk mengikuti pelajaran juga mulai
mengalami penurunan. Kurangnya waktu belajar juga meruoakan implikasi dampak
negatif dari situs jejaring sosial. Masalah-masalah tersebut dapat saja diatasi
dengan jalan melarang siswa atau anak didik untuk tidak menjadi pengguna
jejaring sosial. Tapi, apa hanya sampai di situkah pengawasan yang dilakukan?
Setidaknya ada beberapa dampak negatif dari situs jejaring sosial:
Membuat Seseorang Menjadi Penyendiri dan Susah Bergaul
Situs jejaring sosial di internet membuat penggunanya memiliki dunia sendiri,
sehingga tidak sedikit dari mereka tidak peduli dengan orang lain dan
lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan situs jejaring sosial
sering mengalami hal ini. Yang mengakibatkan dirinya tidak peduli dengan
lingkungan sekitarnya lagi.
Kurangnya Sosialisasi dengan Lingkungan
Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial peserta didik
(siswa). Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru
lebih banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya bersama teman
teman di komunitas jejaring sosialnya, yang rata-rata membahas sesuatu yang
tidak penting. Akibatnya kemampuan interaksi siswa menurun.
Menghamburkan Uang
Akses internet untuk membuka situs jejaring sosial jelas berpengaruh terhadap
kondisi keuangan siswa (terlebih kalau akses dari warnet). Tidak jarang siswa
menggunakan uang SPP mereka untuk pergi ke warnet sekedar untuk membuka situs
jejaring sosial saja. Ini dapat dikategorikan sebagai pemborosan, karena
menggunakan uang secara tidak produktif.
Berkurangnya Waktu Belajar Siswa
Hal ini sudah jelas, karena dengan mengakses internet dan membuka situs
jejaring sosial siswa akan lupa waktu, sehingga yang dikerjakannya hanyalah
itu-itu saja.
Menurut pengamat sosial media dan teknologi informasi Nukman Luthfie, selain
harus waspada, orang tua juga harus mempelajari secara mendalam media sosial
ini demi masa depan anak-anak. Berdasar penelusurannya, ditemukan fakta bahwa
dari 17,6 juta pemilik akun jejaring sosial facebook berasal dari Indonesia,
dan 360.000 orang di antaranya berumur 13 tahun.
“Bagi orang tua, saya sarankan untuk segera menghindarkan anak-anaknya yang belum
berumur 13 tahun dari facebook atau jejaring sosial sejenis. Memang banyak
games menarik di facebook yang bisa menggoda anak-anak. Namun tetap saja harus
dihindari. Masih banyak games lain yang menarik dan bisa dimainkan tanpa harus
jadi anggota facebook,” kata Nukman.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua sebagai langkah untuk
menjaga anak-anak mereka dari dampak negatif situs jejaring sosial, di
antaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, berupaya belajar tentang internet serta situs jejaring sosial yang ada
di internet tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar setidaknya para orang tua
mengetahui seperti apa teknologi sekarang ini, dan bisa mengawasi anaknya pada
saat berselancar di internet. Kedua, beritahukan tentang bahaya yang mengintai
dalam penggunaan situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih
berhati-hati dalam menggunakan jejaring sosial tersebut, dan mengerti
batasan-batasannya. Ketiga, sebisanya dampingi anak saat berselancar di dunia
maya, terlebih pada saat anak tersebut membuka situs jejaring sosial. Keempat,
tidak memberikan telepon seluler yang dapat mengakses internet pada anak yang
belum cukup umur.
Langkah-langkah Strategis Pengimplementasian Gagasan
Dalam perkembangannya di jaman sekarang ini, mengakses internet dan membuka
situs jejaring sosial kini dapat dilakukan dengan telepon seluler. Hal ini
cukup membuat dampak dari jejaring sosial sangat dirasakan dikalangan siswa.
Masalahnya adalah banyak siswa yang mengakses situs jejaring sosial tersebut dari
telepon seluler mereka pada saat proses pembelajaran berlangsung. Akibatnya
para siswa tidak serius mengikuti pelajaran yang berlangsung, sehingga
konsentrasi mereka hanya pada jejaring sosial yang mereka akses melalui telepon
genggam. Melihat keadaan ini, lambat laun motivasi belajar mereka juga akan
mengalami penurunan. Motivasi belajar sangat erat kaitannya dengan prestasi
siswa. Jika motivasi atau keinginan siswa untuk belajar rendah maka yang
terjadi adalah prestasi mereka juga akan mengalami penurunan. Hal inilah yang
sangat menghawatirkan dalam dunia pendidikan.
Dari paparan dampak situs jejaring sosial di atas, adapun langkah strategis
yang dapat dilakukan untuk pengimplementasian gagasan yaitu sebagai berikut:
Memberikan Pemahaman kepada Siswa Tentang Bahaya Situs Jejaring Sosial
Langkah ini perlu dilakukan agar para siswa tahu bahaya dari penggunaan situs
jejaring sosial, dan dapat menggunakannya secara lebih bijak. Selain itu
langkah ini juga dapat menimbulkan rasa waspada kepada siswa sehingga dalam
menggunakan situs jejaring sosial mereka lebih berhati-hati.
Usahakan Untuk Tidak Memberikan Telepon Seluler yang Dapat Mengakses Internet
(situs jejaring sosial)
Kecanggihan alat komunikasi sekarang ini telah memungkinkan telepon seluler
untuk mengakses internet. Bahkan beberapa merek telepon seluler ternama
berlomba-lomba mengeluarkan produk yang memiliki kecanggihan dan kemampuan
akses internet, yang memungkinkan penggunanya mengakses situs jejaring sosial
dengan sangat mudah. Hal ini dapat menyebabkan siswa kecanduan mengakses situs
jejaring sosial dengan telepon seluler mereka. Maka dari itu sebagai orang tua,
usahakanlah untuk tidak memberikan telepon seluler kepada anak usia dini,
karena kebanyakan anak usia dini belum dapat memanfaatkan internet dengan baik,
maka akan berakibat pada prestasi mereka disekolah karena terlalu sering
mengakses internet atau jejaring sosial. Karena tujuan utama telepon seluler
adalah untuk alat komunikasi saja.
Mengawasi Siswa dalam Berinternet atau Berjejaring Sosial
Pengawasan terhadap pergaulan siswa dalam jejaring sosial dunia maya sangat
diperlukan, karena jika siswa tidak diawasi mereka akan dengan mudah mengakses
situs jejaring sosial tersebut dan menggunakannya kea rah yang tidak baik.
Pergaulan mereka akan mudah melawan perkataan orang tua, dan usaha kita untuk
menyelamatkan anak untuk tidak menggunakan akses internet secara berlebihan
akan sia-sia dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Pergaulan anak yang
bebas dan pengaruh dari teman-teman juga dapat memudahkan anak untuk mengakses
situs jejaring sosial dengan mudah. Maka dari itu mereka perlu diawasi untuk
tidak mengakses internet dengan bebas.
Dengan mengimplementasikan gagasan di atas, diharapkan berbagai dampak negatif
yang ditimbulkan oleh situs jejaring sosial dapat ditanggulangi, baik sebelum
terjadi atau sesudah dampak itu terjadi. Namun untuk lebih meminimalkan dampak
negatif yang dihasilkan dari situs jejaring sosial, alangkah lebih baiknya jika
kita menggunakan internet dan jejaring sosial dengan bijak.
KESIMPULAN
Gagasan yang Diajukan
Adapun gagasan yang dapat kami ajukan adalah, sebagai seorang siswa yang
mempunyai nalar dan pikiran kritis terhadap persoalan yang ada, alangkah lebih
baik jika menggunakan situs jejaring sosial dengan lebih bijaksana dan sesuai
dengan aturan, agar dampak negatif yang ditimbulkan menjadi lebih berkurang.
Sehingga motivasi belajar siswa tetap terjaga dan prestasi belajar mereka dapat
ditingkatkan lagi, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai
peserta didik.
Teknik Implementasi yang Dilakukan
Mengenai teknik implementasi, kami mencoba untuk memberikan pengarahan kepada
siswa tentang dampak dan akibat negatif dari situs jejaring sosial tersebut,
agar siswa dapat lebih memahami penggunaan situs jejaring sosial dan
menggunakannya dengan baik. Selain itu siswa juga perlu diberi kesadaran akan
tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar untuk meningkatkan motivasi
dan prestasi belajarnya.
Manfaat dan Dampak
Manfaat dari karya tulis ini yaitu memberikan solusi mengenai dampak negatif
dari situs jejaring sosial terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Agar
nantinya dampak tersebut dapat diminimalisir adanya. Adapun dampak dari karya
gagasan ini yaitu memberikan porsi solusi dan pemecahan masalah yang beragam
terhadap dampak negatif jejaring sosial terhadap motivasi dan prestasi belajar
siswa, sehingga prestasi siswa dapat meningkat.