Posted
on April 19, 2010 by Ahmad
Yasir
Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) menggelar
Apkomindo Summit 2010 yang berlangsung Senin-Selasa (19-20/4) di Jakarta. Acara
ini secara resmi dibuka oleh Mahendra Siregar, Wakil Menteri Perdagangan RI.
Acara juga dibuka oleh sambutan dari Suhanda Wijaya, Ketua Umum Apkomindo dan
Anindya Bakrie, Wakil Ketua Umum Tetap Telematika Kadin Indonesia.
Suhanda mengatakan, Apkomindo Summit 2010 diadakan untuk
menjembatani komunikasi anggotanya, pengusaha (principal, distributor,
dan supplier) dan pemerintah tentang prioritas dan arah kebijakan
pemerintah terkait ICT di Indonesia. “Acara ini juga diharapkan dapat menjadi
solusi dan ajang berbagi mengenai hambatan dan kendala yang selama ini dihadapi
pengusaha dan pemerintah,†ujarnya. Ini merupakan realisasi peran Apkomindo
sebagai mitra strategis pemerintah dalam perumusan rencana dan peraturan
khususnya di bidang perdagangan dan industri ICT.
Menurut catatan Apkomindo, di Indonesia sejauh ini tingkat
penetrasi komputer (PC dan notebook) baru 4% dari total populasi Indonesia. Sedangkan
koneksi internet masih di bawah 10%. “Jika dibandingkan dengan negara-negara
tetangga, angka ini jauh sekali di bawah,†kata Suhanda. Angka yang terbilang
kecil ini tentunya dapat dilihat sebagai peluang bagi tumbuh dan berkembangnya
perdagangan dan industri komputer di Indonesia. Karena itu, sinergi pemerintah,
pengusaha, dan Apkomindo dalam segala aspek sangat diperlukan.
Hingga tahun lalu, total penjualan komputer di Indonesia
mencapai 2,8 juta unit, tumbuh sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun
ini Apkomindo menargetkan penjualan sebanyak 3,6 juta unit atau naik sekitar
35%. Target ini dinilainya realistis karena hingga kuartal pertama 2010,
sekitar 800 ribuan unit komputer sudah terjual. Padahal, di kuartal yang sama
di tahun sebelumnya hanya tercatat 300 ribuan unit meski di kuartal ketiga
meningkat tajam karena krisis global berlalu.
Untuk mengembangkan pasar dalam negeri, menurut Suhanda, ada
dua kendala utama. Pertama, daya beli masyarakat (effortability) yang relatif
masih rendah. Untuk meningkatkan penetrasi pasarnya, harga komputer harus lebih
terjangkau. Sebab, harga komputer relatif mahal bagi masyarakat Indonesia,
meski belakangn sudah menunjukkan tren menurun.. Kedua, koneksi internet yang
masih terbatas.
“Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk menghadapi masalah
ini,†ujar Suhanda, sambil mencontohkan sebuah kabupaten yang memberikan
akses internet gratis di jalan-jalan protokoler dan pusat keramaian. Terbukti
tingkat penetrasinya dan kesadaran warga memanfaatkan internet meningkat.
Dalam Apkomindo Summit 2010 ini juga, Suhanda berharap tiga
isu penting dapat disepakati. Pertama, tentang keharusan pembayaran transaksi
menggunakan rupiah. Menurutnya, ketetapan ini akan membuat harga komputer dalam
negeri relatif lebih stabil sehingga pasar bisa berkembang. “Kalau terpatok
pada US$, pembeli akan menahan diri ketika rupiah melemah. Pasar jadi tidak
stabil,†katanya. Hingga kini Acer sudah berkomitmen untuk menerapkan
transaksi menggunakan Rupiah ini.
Kedua, standarisasi produk melalui SNI (Standar Nasional
Industri). Dengan penerapan standarisasi ini, diharapkan semua komputer yang
beredar di dalam negeri terstandar sehingga masyarakat terlindung dari
produk-produk berkualitas buruk. Ketiga, labeling berbahasa Indonesia untuk
memberi kemudahan dalam mengoperasikan komputer.
Sementara itu, Mahendra Siregar menambahkan, memperluas
koneksi internet merupakan kunci meningkatkan tingkat penetrasi komputer di
Indonesia. Dengan demikian, pasar komputer di sini nanti bisa bekembang. Ketika
pasar berkembang baik, dan memroduksi komputer di dalam negeri menjadi mungkin.
“Produksi dalam negeri nantinya bisa menjadi basis ekspor,†ujarnya. Jelas
ini memberikan multiply effect bagi Indonesia.
Acara yang baru pertama kali digelar ini juga diramaikan
oleh pameran produk Acer, AMD, Asus, Axioo, BII, HP, Intel, Lenovo, Microsoft,
MIT, Telkomsel, dan Zyrex.
SHARE
SOCIAL MEDIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar